Home SOSIALISASI, LANGKAH NYATA PRODI P. IPS FIS UNY SUKSESKAN PENDIDIKAN KARAKTER

Gambar: 
Isi: 

Pendidikan karakter merupakan suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil. Untuk mensukseskan pendidikan perlu dilakukan langkah-langkah nyata. Salah satu langkah nyata yang diambil oleh Program Studi (Prodi) Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta (P. IPS FIS UNY) yakni dengan menyelenggarakan sosialisasi program pendidikan karakter kepada puluhan orang tua mahasiswa Prodi IPS di ruang Ki Hajar Dewantara  FIS UNY, Selasa (27/12). Dalam acara tersebut hadir Dekan, Wakil Dekan II dan beberapa dosen Prodi Pendidikan IPS FIS UNY.“Selain sosialisasi dengan orang tua mahasiswa, FIS juga pernah menyelenggarakan sosialisasi pada ketua RT/RW, warga, dan pemilik kos di sekitar kampus.” jelas Dekan FIS UNY, Prof. Dr. Ajat Sudrajat, M.Ag. saat memberikan sambutan di depan peserta sosialiasi.

Ditambahkan wakil dekan II yang juga Kaprodi Pendidikan IPS FIS UNY Saliman, M.Pd. acara sosialisasi tersebut menghadirkan orang tua mahasiswa Prodi Pendidikan IPS angkatan 2011 dan orang tua mahasiswa Prodi Pendidikan IPS angkatan 2010 yang tidak hadir pada acara sosialisasi yang diadakan prodi IPS sebelumnya.” Kami mengundang bapak/ibu sekalian karena kami butuh dukungan dan partisipasi bapak/ibu sekalian dalam mensukseskan program pendidikan karakter di Fakultas ini” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama Sekretaris Prodi Pendidikan IPS, Supardi, M.Pd. memaparkan program pendidikan karakter yang dilaksanakan Prodi Pendidikan IPS FIS UNY. “Pendidikan karakter yang dilaksanakan Prodi Pendidikan IPS FIS UNY merujuk pada visi dan misi prodi IPS yakni mewujudkan program studi yang unggul dalam menciptakan tenaga kependidikan yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kompeten di bidang pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, fleksibel, memiliki semangat kebangsaan, cinta tanah air, arif, kritis, demokratis, responsif terhadap berbagai masalah sosial dan tuntutan dunia global. Sedangkan misinya yakni menyelenggarakan pendidikan akademik dan/atau profesional dalam bidang keguruan, menumbuhkembangkan kemampuan meneliti bagi dosen untuk mengembangkan IPTEKS, dan menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat untuk mengamalkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan bagi kehidupan masyarakat”, jelas Supardi.

Supardi menambahkan pendidikan karakter harus mengacu pada grand design yang merupakan rujukan konseptual dan operasional pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian pada setiap jalur dan jenjang pendidikan untuk meningkatkan kesesuaian dan mutu pendidikan karakter. Untuk mewujudkan pendidikan karakter yang sesuai dengan grand design diperlukan kerjasama yang sinergis antara dosen, mahasiswa, masyarakat, orang tua, dan pemerintah. (Eko)