SEMPURNAKAN PEMBELAJARAN IPS, SMA N 2 BANTUL KUNJUNGI LAB. IPS OUTDOOR FIS UNY

Gambar: 
Isi: 

 Untuk menyempurnakan pembelajaran di sekolah, sebanyak 118 siswa SMA N 2 Bantul Kamis (27/10) lalu mengikuti outdoor learning di Laboratorium IPS terpadu Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta . Lab yang terletak di desa wisata plempoh, Bokoharjo, Prambanan Sleman ini didirikan FISE UNY (sebelum mekar menjadi FIS dan FE) bekerjasama dengan kantor Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Dinas Purbakala Provinsi DIY. Rombongan siswa yang didampingi oleh Tim Guru IPS , dipimpin oleh ketua Tim, Siti marzukoh, S.Pd tersebut pada tracking mengelilingi situs boko dan sekitarnya  dibimbing oleh 3 Guide/pemandu, 2 orang dosen FIS yaitu Drs. Udia Haris Hadori, dosen prodi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (P. IPS) dan V. Indah Sri Pinasti, dosen prodi pendidikan Sosiologi dan 1 orang Guide Lokal dari Kantor TWC Ratu Boko, Suparman.

Dalam learning outdoor  siswa tidak hanya diajak mengetahui sejarah terbentuknya candi/situs ratu boko saja, tetapi siswa diajak untuk melihat secara langsung kondisi lapangan yang sebenarnya selanjutnya dibandingkan dengan teori yang telah mereka dapat di sekolah selama ini. Dalam kegiatan tersebut siswa dibagi menjadi 3 kelompok untuk diajak mengkaji kondisi lapangan dalam perspektif Geografi, Ekonomi, Sosiologi dan sejarah. Hal ini untuk mewujudkan keseimbangan pembelajaran IPS untuk siswa tingkat menengah atas.

Udia haris hadori yang akrab dipanggil pak hadori, menerangkan dari sudut pandang geografi. Asal mula terciptanya pulau jawa hingga dengan pengaruh alam seperti jenis batuan, perbedaan unsur hara  dan ph dalam tanah. Hal ini menjadi salah satu penyebab  perbedaan tingkat ekonomi  masyarakat sekitar yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Untuk membuktikan teori yang didapat di sekolah dan saat pembekalan, saat tracking para siswa diminta praktek langsung cara mengukur ph tanah, ketinggian lereng, hingga tekanan udara. Dari aspek sejarah yang dipandu oleh Suparman, dijelaskan asal mula berdirinya situs Boko, tempat-tempat sejarah yang ada disekitarnya dan juga alasan dasar sebuah candi diberi nama. Alasan tersebut yaitu berdasarkan lokasi/tempat ditemukan, tokoh/relief yang ada dalam candi dan prasasti yang ditemukan.

Sedangkan Indah Pinasti, menjelaskan kepada para siswa kajian aspek sosiologis dengan melihat fenomena sosiologi dari periode klasik saat dinasti Sanjaya dan Sailendra hingga sekarang. Fenomena yang dipelajari oleh siswa antara lain; Proses sosial yang terjadi yaitu adanya proses asosiatif dan disosiatif yang terjadi pada zaman klasik. Stratifikasi sosial pada zaman klasik, yaitu adanya kasta. Indah menambahkan, diferensiasi pada masa klasik bersifat homogen karena saat itu belum mata pencaharian seperti sekarang ini. Sedangkan untuk perubahan sosial sendiri, Indah memaparkan, “Berubahnya situs Boko yang dulu sebagai hunian klasik, dan sekarang menjadi objek wisata. Hal tersebut, menimbulkan dampak yang terlihat dalam aspek ekonomi. Antara lain, banyak mata pencaharian yang bertambah. Seperti menjadi pedagang, usaha toko, menjadi tukang parkir dan membuka penginapan atau hotel di sekitar lokasi wisata. Sedang dilihat dari aspek pendidikan, bisa kita lihat bersama banyak sekolah di sekitar lokasi. Hal ini meyakinkan kita bahwa penduduk sekitar sudah banyak yang sekolah dan mengenyam pendidikan” terang Indah panjang lebar.

Sedang ketua Tim IPS, Siti Marzukoh menyampaikan, “Diharapkan dengan adanya outdoor learning ini para siswa yang berasal dari jurusan IPS  bisa memahami pelajaran IPS baik secara teori maupun kenyataan di lapangan”. Selain itu, Zukoh berharap agar para siswa semakin tinggi minatnya untuk mempelajari IPS, dan semoga banyak yang akan meneruskan studi di UNY khususnya Fakultas Ilmu Sosial. (Sari)