Memaknai Wajah Indonesia dalam Sisi Multikultural melalui Seminar Pendidikan IPS 2014 A (A Society)

Gambar: 
Isi: 

    Seminar Pendidikan IPS 2014 A yang bertajuk “A Society (Ability of Social Integration): dan bertemakan “Kontribusi Ilmu Sosial: Memaknai Wajah Indonesia dalam Sisi Multikultural untuk Mewujudkan Harmoni Baru” merupakan tugas akhir dari mata kuliah Seminar Pendidikan IPS dan Kapita Selekta yang ditempuh oleh Mahasiswa Jurusan Pendidikan IPS Semester 6 yang diselenggarakan pada hari Selasa, 23 Mei 2017 di Ruang Ki Hajar Dewantara FIS UNY.
    Acara pembukaan Seminar ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Dr. Ajat Sudrajat, M.Ag dan jajaran Dosen Pendidikan IPS serta sekitar 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan umum.
Seminar ini diawali dengan laporan oleh ketua panitia yaitu Muhammad Romli (Romli). Melalui Seminar Pendidikan IPS A 2014 FIS UNY yang bertajuk A SOCIETY (Ability of Social Integration) dengan tema “Kontribusi Ilmu-Ilmu Sosial: Memaknai Wajah Indonesia dalam Sisi Multikultural untuk Mewujudkan Harmoni Baru”, Romli berharap dengan diadakannya seminar yang merupakan tugas akhir dari mata kuliah dapat menumbuhkan pengetahuan mahasiswa Pendidikan IPS dan mahasiswa secara umum mengenai pelaksanaan seminar, menjadi acuan bagi pelaksanaan seminar tahun berikutnya dan sebagai sumbangsih jurusan Pendidikan IPS UNY terhadap dunia pendidikan. Seminar Pendidikan IPS ini dibuka oleh sambutan oleh Prof. Dr. Ajat Sudrajat, M.Ag selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta yang menyatakan “seminar ini sesuai dengan Visi dan Misi dari Fakultas Ilmu Sosial dan diharapkan dapat menjadi inspirasi dan bermanfaat bagi semua orang.”
Dengan diadakannya seminar Pendidikan IPS ini diharapkan dapat menambah wawasan dan memperkaya pengetahuan serta bersama-sama membangun pandangan bahwa Ilmu-Ilmu Sosial memiliki kontribusi yang besar memaknai kemajemukan dan sisi multikultural Bangsa Indonesia sehingga dapat mewujudkan harmoni baru bagi Bangsa Indonesia. (Dwi Nur Fajriati/FIS).