Jurusan Pendidikan IPS FIS UNY Mengadakan Pengabdian Masyarakat Edukasi Transportasi di SMP Insan Cendikia Turi Sleman DIY Kerjasama dengan POLRES Sleman DIY

Gambar: 
Isi: 

Tata tertib lalu lintas menjadi hal yang penting untuk diperhatikan, hal ini karena berlalu lintas sekarang menjadi aktivitas rutin yang tidak pernah ditinggalkan oleh masyarakat. Mobilitas masyarakat, kebutuhan hidup dan gaya hidup menjadi alasan mereka harus beraktivitas dengan kendaraan dijalan raya. Hal ini tidak memungkiri terjadi kecelakaan akibat tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas, bisa jadi karena memang sedang terkena musibah atau pengetahuan tentang lalu lintas minim. Inilah yang melatarbelakangi tim dosen Jurusan Pendikan IPS untuk memberikan edukasi transportasi tentang tata tertib lalu lintas dalam rangka program pengabdian masyarakat.
Program pengabdian masyarakat dilaksanakan pada hari Rabu 26 Agustus 2016 di SMP Insan Cendikia Turi Sleman. Peserta yang mengikuti adalah dari kelas 8 sebanyak 60 siswa. Tim pengabdi memilih sekolah di SMP Insan Cendikia Turi Sleman karena sekolah tersebut memiliki problem yaitu siswa-siswa yang bersekolah disana sudah banyak yang menggunakan kendaraan bermotor, bahkan kelas 7 mereka sudah menggunakan kendaraan bermotor dengan alasan di kecamatan Turi tidak banyak kendaraan umum dan orang tua wali siswa berhalangan untuk mengantar. Permasalahan seperti ini menjadi dilema bagi pihak sekolah, karena jika mereka tidak diijinkan untuk membawa kendaraan bermotor, maka siswa tidak akan hadir di sekolah.
Tim Pengabdian Masyarakat memberikan materi tentang karakter berlalu lintas yang disampaikan oleh Bu Anik Widiastuti, S,Pd, M.Pd kemudian dilanjutkan materi perundang-undangan lalu lintas dari DITLANTAS POLRES SLEMAN sebanyak 5 orang. Setelah materi selesai disampaikan, siswa membentuk kelompok dan membuat simulasi tentang kasus-kasus yang terjadi dalam berlalu lintas, misalnya: ketika kena tilang, ketika ada kecelakaan, ketika melanggar lampu merah, ketika tidak menggunakan helm, dll. Siswa merasa tertarik dan senang mengikuti simulasi berlalu lintas karena meraka dapat berkreasi dengan memerankan tokoh dalam naskah drama masing-masing. Kegiatan simulasi kemudian diakhiri dengan penentuan kelompok simulasi terbaik. Kegiatan pengabdian masyarakat diakhiri dengan mereview materi yang sudah disampaikan dan menyampaikan moral dan karakter yang harus dimiliki ketika berlalu lintas.