Juara 1 LKTIN Amikom Scientific Competiition 2018

Gambar: 
2
Isi: 

Mahasiswa FIS UNY berhasil sukses meraih “Juara 1” LKTIN Amikom Scientific Competiition 2018 atas nama Imam Fauzi (Pendidikan IPS’14) dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Amikom Scientific Competition. Tim terdiri dari : Imam Fauzi (Pendidikan IPS’14), Rizal Justian Setiawan (Pendidikan Tenik Mesin’17), Mahda Enja Al Hudha (Pendidikan Teknik Mesin’17). Pelaksanaan seleksi berlangsung sejak tanggal 05 Mei 2018 sampai tahap seleksi naskah 16-21 Juli 2018, Pengumuman Finalis pada tanggal 23 Juli 2018. Presentasi Finalis pada tanggal 30-31 Juli 2018 Gedung Utama Ruang Citra 2 Universitas Amikom Yogykarata Jl.Ringroad Utara Condong Catur,Sleman Yogyakarta

Hasil Final Akhir :
Juara 1 diraih oleh UNY
Juara 2 diraih oleh UNDIP
Juara 3 diraih oleh UGM

Fauzi menjelaskan bahwa Amikom Scientific Competition merupakan lomba karya tulis ilmiah yang dilaksanakan oleh Kementrian Riset dan Teknologi, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas AMIKOM Yogyakarta dengan tujuan meningkatkan kreativitas mahasiswa dalam dalam bidang penelitian dan sebagai wadah bagi Mahasiswa Indonesia yang memiliki minat dan bakat dalam bidang penulisan ilmiah dengan tema “Inovasi teknologi terbarukan untuk mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs)”.

Sustainable Development Goals (SDGs) telah menjadi agenda internasional yang disusun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang melibatkan 194 negara, civil society, dan pelaku-pelaku ekonomi secara global. Adapun tujuan  dan target yang ingin dicapai adalah terkait tiga hal, yakni lingkungan, sosial dan ekonomi. Motivasi pembangunan disandarkan pada tuntunan pembangunan di masa depan yang memprioritaskan fungsi lingkungan yang sedang berjalan.

“Senang bisa ikut berkontribusi memberikan ide dan inovasi untuk memajukan Indonesia,” jelas Fauzi.

Pada kesempatan ini partisipan yang hadir diharapkan dapat memberikan sumbangsih pemikirannya sehingga tercipta ide-ide inovatif dan kreatif yang baru dan dapat digunakan sebagai suatu strategi baru dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs).

Tim UNY mengangkat fokus penelitian tentang inovasi teknologi. Permasalahan yang angkat yakni tentang perikanan. Banyak dijumpai ikan tangkapan nelayan yang mudah membusuk dan tidak dapat bertahan lama. Secara ekonomi hal ini merugikan para nelayan dan menurunkan nilai pendapatan mereka. Dampak berikutnya yang dapat terjadi yakni pencemaran udara karna bau ikan yang tidak sedap, serta dapat memicu banyak bakteri yang hidup bila ikan tidak segera diolah atau diawetkan.

Berdasarkan permasalahan tersebut tim UNY berupaya mengkaji kembali solusi akan permasalahan tersebut sehingga diciptakanlah alat pengasap ikan yang dapat membantu mengawetkan ikan hasil tangkapan nelayan. Hasil penelitian ini telah diuji dan dilakukan analisis mengenai dampak AMDAL (Analisis Dampak Lingkungan). Biaya ekonominya juga sudah dipertimbangkan dengan BEP (Break even point), BCR (Benefit Cost Ratio) yang nantinya akan diperoleh oleh nelayan. Pada kesempatan lomba ini tim juga menambahkan inovasi untuk mengatasi pencemaran udara yang terjadi dengan mengolah limbah cangkang udang yang selama ini dibuang tidak terpakai oleh nelayan menjadi sebuah pereduksi polutan.

“Inovasi yang diberikan oleh tim UNY memiliki keunikan tersendiri dan sangat aplikatif diterapkan di masyarakat” ungkap salah satu dewan Juri pada  sesi presentasi final.
 (Imam Fauzi)